Tuesday, 8 April 2014

Cara Membuat Besi Damaskus

Leave a Comment


Cara membuat Besi Damaskus berbeda menurut ahli yang ada. Tergantung skill si pembuatnya. Persiapan untuk pembuatan besi Damaskus sebagai bahan dasar dari senjata jenis pisau atau pedang kaum muslim tempo dulu bahan aslinya adalah wootz, sejenis metal hanya ada di india dan diperkirakan sudah habis.

Untuk bahan :
·         Logam murni
·         Logam Sorel
·         Arang kayu
·         Pecahan beling atau kaca
·         Daun hijau
Tahap 1
Semua bahan dilebur menjadi 1 dalam tungku pelebur hingga meleleh dan menjadi bahan yang namanya ingot. Biasanya ingot dicetak sekaligus dilebur dalam tungku peleburan dalam bentuk bulat pipih kayak bola di olahraga ice hockey yang dinamakan puck sama bentuknya. Hasil ingot yang terjadi adalah logam yang mudah pecah sekaligus mudah dibentuk sekaligus liat dan kuat, aneh bukan?!

Tahap 2
Tempa ingot, yang jadi faktor utama adalah suhu dari api itu sendiri. Setiap pembuat/pandai besi punya standar sendiri jadi semacam rahasia berapa derajat panas yang dipakai. Pada penempaan bisa secara manual atau pakai mesin. Pakai mesin lebih cepat, manual pastinya perlu ahli atau empu yang tepat. Ditempa sekaligus dibentuk dari bulat pipih/bentuk puck menjadi pipa atau pipih memanjang. Lakukan secara berulang-ulang. Jangan biarkan besi mendingin atau susah ditempa karena pada suhu tinggi besi Damascus bisa dibentuk lebih mudah dari jenis besi lainnya. Sedangkan kalau mendingin pastinya sulit.

Tahap 3
Dari tahap 2 di atas selagi panas-panasnya dibentuk dan dipotong sesuai selera atau permintaan. Termasuk gagang senjata. Dalam hal ini biasanya bentuk pisau/pedang.

Sekaligus dilakukan penempaan lagi untuk pembentukan lebih lanjut baik manual atau menggunakan mesin. Kalau sudah yakin, dinginkan logam dengan mencelupnya pada air dingin atau air hangat asalkan bersih.

Tahap 4
Pembentukan pamor atau pola atau watermark caranya cukup disiram dengan asam. Logam dengan ketebalan tebal akan berubah menjadi mengkilap. Sedangkan yang tipis menjadi hitam.

Rahasia adanya bahan aneh sebagai material atau yang lain. Lihat info dibawah ini:

Arang kayu : untuk menambah jumlah panas sehingga besi mudah ditempa sekaligus dalam kimia disebut material pengotor. Dalam hal ini karbon. Posisi C atau karbon akan mengambil posisi oksigen dalam material metal. Ingat apa yang terjadi kalau besi atau metal tanpa adanya lapisan, hanya besi saja di udara terbuka pastinya karatan. Dengan mengambil alih oksigen dalam besi/ingot diisi dengan carbon adalah cara menghindari adanya pengkaratan, bahasa kimianya oksidasi.

Daun : mempercepat pembakaran secara instant sehingga suhu dalam tungku peleburan suhunya sangatlah panas karena menghasilkan hidrogen.

Kaca/beling : secara tidak langsung dalam tahap 1 kalau jadi ingot akan terlindungi. Kasarnya terlaminating oleh kaca sehingga tidak mudah berkarat.

Logam sorel : besi alloy dengan kemurnian tinggi dengan jumlah karbon per berat adalah 3.9 – 4.7 % termasuk mengandung vanadium sejumlah 0.003 – 0.014 % per berat. Pengganti logam sorel bisa diambil dari molydenum, kromium, niobium atau mangan. Kalau tidak ada, untuk vanadium bisa memakai per daun kendaraan mobil atau truk tetapi harus dipotong-potong atau dibentuk kecil-kecil. Per daun mobil atau truk tidak hanya mengandung vanadium tapi titanium juga ada jadinya keras sekali termasuk baja murni.

Rahasia pola/watermark kenapa cukup pakai asam?
Hasil tahap 4 yang mau hampir jadi dalam besinya ada kandungan yang namanya besi karbit atau nama lainnya sementit. Sementit bisa dikatakan kebal asam. sehingga kalau terkena asam akan mengkilap sedangkan yang tipis atau sedikit sementit akan menghitam atau menjadi gelap.

Info tentang orang Indonesia yang berhasil membuat pisau Damascus dan berhasil namanya Teddy Sutadi Kadin kalau tidak salah tinggal di sekitaran Jawa Barat atau Bogor atau Bandung. Orang luar negeri yang berhasil juga ada namanya Alfred H. Pendray.


(Sumber: Kaskus )

0 Komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan.
Dilarang berkomentar berbau Spam, SARA, Promosi, atau hal hal negatif lainnya.