Saturday, 9 March 2013

Kisah Cinta SMA

Leave a Comment
Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Sampai-sampai aku tak merasakan bahwa mulai besok pagi aku berpakaian putih abu-abu. Tak sabar rasanya ingin segera hari ini berganti dengan besok.

“Pagi ini adalah hari yang ku tunggu” ucapku sambil berdiri untuk segera mandi. Akupun lantas segera memakai baju, rasanya sangat bangga sudah memakai baju putih abu-abu ini.

Ayahku mengantarku sampai kedepan gerbang sekolah. Lantas akupun langsung turun dari mobil dan menuju ke kelasku yang baru, setelah sampai di kelasku yang baru disana sudah banyak teman-teman baruku.

Lantas akupun masuk dan mencari bangku yang kosong untuk ku duduki.  Tiba-tiba ada seorang cewek yang ngajak kenalan. “hai. . .” sapanya. “hai juga” sapaku membalas. “namaku Salmi. .namamu siapa?” sambil mengulurkan tanganya utuk berjabatan. “ namaku Listy Putriani. .panggil saja Listy” jawabku sambil berjabatan dengannya. Kami pun duduk sebangku dan mulai akrab.

Bel tanda masuk pun berbunyi. Tanpa menunggu lama datang seorang guru bernama bu Rumi.” selamat pagi” sapanya. “selamat pagi” jawab kami semua. Tanpa perlu basa basi lagi bu Rumi langsung menjelaskan bahwa dia adalah wali kelas kami sekaligus guru bhs. Indonesia kami.

Pelajaran pertamapun langsung dimulai, kebetulan jam pertama dan kedua adalah jam bhs. Indonesia lantas bu Rumi-lah yang mengajar. “Ayo..sekarang kita mulai pelajaranya dengan perkenalan terlebih dahulu, ibu ingin tau nama kalian semua” pinta bu Rumi. Kami pun langsung memperkenalkan diri kami sendiri di depan kelas.

Tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Aku dan Salmi pun langsung pergi ke kantin disana juga ada Ika, Ana, Novi, Wily, dan Umi. Mereka adalah teman sekelasku walaupun kami belum berkenalan secara langsung.

Mereka lantas memanggilku dan Salmi untuk segera bergabung.” Listy, Salmi ayo kesini kita makan bersama” pinta Ana. Tak butuh waktu yang lama kami pun langsung akrab. Pulang sekolahnya kami pulang bersama. Hari pertama dan seterusnya berjalan mulus.

Setelah kurang lebih empat bulan kami pun menjadi teman yang sangat akrab. Tak ada kebohongan diantara kami. Kami saling mempercayai satu sama lain. Jika ada masalah kami selalu akan membantu.

Waktu begitu cepat berlalu. Sekarang kami ada dikelas sebelas. Walaupun kami berbeda kelas tapi kami selalu berkumpul di waktu istirahat dan pulang sekolah di kantin sekolah.

“Eh.. lo tau ngga , cowok yang namanya Rizi itu. uuhh keren banget.” Salmi memulai pembicaraan.

“Ya. .udah pinter futsal, tenis meja, smart lagi. “ sahut semuanya terkecuali aku.

 “Ahh . .biasa aja tuh. .” sahutku.

“Uhh. .kamu Lis, siapa aja cowok yang lagi kita bicarain, pasti kamu bilang biasa aja” semprot wily padaku.

“Bukanya gitu tapi emang yang namanya Rizi itu ngga keren. Biasanya cowok kaya gitu tuh cowok playboy. .” belaku.

Waktu istirahat itu kami hanya mebahas tentang cowok yang bernama Rizi itu, yang menurut teman-temanku keren, cool, cakep, cute. Tapi menurutku biasa-biasa aja tuh.

Pagi harinya aku, Novi, Umi dan Ana masuk ke kelas kami XI6 kebetulan kami berada dikelas yang sama. Setibanya disana Ana langsung senang ketika tau kalau kami berada dikelas yang sama dengan Rizi. Tapi buatku sekelas dengan siapapun tak masalah.

“Eh. .lo semua pasti pada iri sama kita berdua. .” Ana pun mulai bercerita.

“Ada apa sih. .” Salmi yang udah mulai penasaran.

“Gue sekelas ama si Rizi. .” jawab Ana sambil kegirangan.

Setelah kurang lebih dua bulan kami masuk di kelas XI. Dan pagi ini ada kelas IPA, kami di suruh membuat rangkuman untuk bahan percobaan nanti. Dan Pak Teguh guru IPA kami membagi kami menjadi beberapa regu dan tiap regunya terdiri dari dua orang Anak. Dan yang tidak ku sangka aku dan Rizi berada dalam satu regu.dan parahnya lagi kami hanya berdua saja.

Sontak pada saat itu juga semua murid cewek di kelas ku mengeluh.dan meminta pada pak teguh untuk mengganti pasangan Rizi dengan mereka. 

“Apa hebatnya Rizi sih. .hingga para wanita ini memujanya ?” pikirku dalam hati. Aku memandang ke arah Rizi dan Rizi pada saat itu juga sedang memandangku dan langsung memberi senyum padaku. 

“Uuh. . .dasar cowok suka mengumbar senyum” aku berkata dalam hati.

Pulangnya aku dan teman-teman ku pulang bersama.dan pada saat itu juga ada seseorang yang memanggilku dari belakang 

“Lis. . .Listy. .” paggilnya. Langsung saja aku dan teman-teman ku berhenti dan langsung berbalik.

Ternyata orang yang memanggilku adalah Rizi. Sontak saja teman-temanku langsung histeris.

“Ada apa. .” tanyaku pada Rizi. 

“Besok kita ke toko buku untuk membeli bahan rangkumanya Ya. .” jawabnya. 

“Eem. .jam berapa?” tanyaku. 

“Habis pulang sekolah Besok, pakai motorku saja.” Jawabnya.  Aku hanya mengangguk dan langsung melanjutkan pulang bersama teman-temanku.

Dan besoknya setelah pulang sekolah aku segera keluar bersama teman-temanku.  

“Lis. .hari ini kamu jadi pergi dengan Rizi. .?” Tanya Ika. 

“Eem.” jawabku. Teman-temanku sekarang sudah tidak cemburu lagi padaku karena mereka tau kalau aku tak suka sama Rizi.

Setelah tiba di depan parkiran Rizi sudah berada di sebelah motornya yang berwarna merah. Dan dia langsung memanggilku.

“Listy . .” panggilnya. Lantas aku langsung berpamitan kepada teman-temanku.

“Ayo cepat naik.” Pintanya. 

“Eem” jawabku. Sepertinya semua mata menuju ke arah kami berdua. Semua cewek yang ada disitu seperti benci padaku. 

“Sudah . .tidak usah dihiraukan ayo cepat naik.” katanya coba menenangkanku.

Aku pun langsung naik dan kami pun pergi ke toko buku. Dan sialnya toko buku yang dekat dengan sekolahan kami sedang tutup jadi kami harus pergi ke toko buku yang agak jauh dari sekolahan tapi dekat dengan rumahku.

Dalam perjalanan ke toko buku aku merasakan sesuatu yang berbeda pada diri Rizi dari yang aku kenal.

“Apa seperti ini sikapnya selama ini,apa aku salah menilainya ya? Lah, itu bukan urusan ku yang penting adalah tugasnya.” Pikirku dalam hati.

Sejak saat itu kami menjadi dekat dan akrab. “perasaan apa yang aku rasakan di hatiku ini?” aku bertanya pada diriku sendiri. Dan saat itu juga ada seorang yang membuatku kaget.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” ternyata itu adalah suara Rizi. “ Tidak ada” jawabku.

Kedekatan kami berlangsung selama kami di kelas XI .dan sekarang kami sudah berada di kelas XII kelas yang paling aku tunggu-tunggu. Akhirnya kami (aku, Salmi, Ana, Ika, Wily, Novi, dan Lifah) berkumpul dalam satu kelas lagi.

"Lis. . .apa kamu sudah jadian dengan Rizi ya?” Tanya Umi dan Novi bersamaan. 

"Tidak” jawabku dengan tegas. “ dari mana gossip itu?” Tanya ku. “ tidak aku hanya ingin tau saja. Lis, sepertinya Rizi punya perasaan sama kamu dech. .!” ledek Novi. “ Ya sepertinya dia ada rasa sama kamu dech .Lis “ Umi dan Wily mencoba meyakinkan. Tapi semua pertanyaan itu aku tolak.

Semua teman-teman ku sudah mempunyai pasangan selain aku dan Ana yang belum mempunyai pacar. Salmi pacaran dengan Agus salah satu tim futsal di sekolah kami. Wily juga pacaran dengan fikri tim futsal, ika pacaran dengan edo seorang juara lomba IPA di sekolahku, Novi pacaran dengan Aldi anak basket. Umi juga dengan Anak basket yaitu Andi.

Ooh. .yang lebih mengejutkan lagi ternyata Ana sudah mempunyai pacar ia adalah kak Fahmi. Ia kakak kelas kami dulu. Ana menyembunyikanya dari kami semua. Ana sudah menjalin hubungan dengan kak fahmi sejak kelas XI.

Sekarang tinggal aku yang masih jomblo.tapi bagiku status jomblo tak bermasalah denganku. “ punya pacar. . .nggak punya pacar,gak masalah tuh.” itu yang selalu ada difikiranku.

Pagi harinya akupun sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Tapi, ketika aku menuju ke kedepan rumahku. Akupun kaget setengah mati ketika melihat seorang cowok yang sedang menunggangi motornya berhenti di depan rumahku.

“siapa???” pikirku dalam hati. “kau sudah mau berangkat? Ayo kita berangkat bersama” ucap cowok itu. Akupun semakin kaget ketika dia membuka kaca helmnya.

“ Rizi,ngapain kamu kesini?. . .” ucapku. “Ya, ini aku. Memangnya kenapa?” jawabnya. “tidak ada” ucapku sambil masih tidak percaya. Ya pun mengajaku untuk berangkat kesekolah bersama.

Akupun menuruti saja semua katanya. Lantas akupun naik ke motornya dan berangkat bersama. Aku tak berani untuk berpegangan padanya,aku hanya bisa diam dan memikirkan hal yang akan terjadi ketika semua Anak disekolahku melihat kami berangkat bersama.

Dalam perjalanan ke sekolah tiba-tiba saja Rizi memintaku untuk berpegangan. Sontak akupun hanya bisa diam tak memberi jawaban apapun. dan itu yang membuat Rizi mengulanginya lagi “ aku bilang pegangan.!” Akupun langsung berpegangan tanpa memperdulikan apapun.

Setibanya kami disekolah akupun langsung turun dari motornya dan menunggunya memarkir motor. Di halaman parkir sekolah semua Anak memandangku dengan tatapan yang aneh menurutku.
 “ sudah jangan dihiraukan ,” terdengar suara Rizi dari belakang. Lantas akupun berbalik ke belakang “ eemm. .” jawabku singkat. Lantas kami pun langsung menuju ke kelas kami, berita ini lebih cepat tersebar dari yang ku bayangkan.

Sesampainya kami di kelas berita itu sudah sampai di kelas kami, “ hei. .Listy, kamu kira kamu ini siapa? Beraninya kamu berangkat bersama dengan Rizi” seru Nisa (cewek paling popular dan paling ditakuti oleh cewek”)

Akupun hanya bisa menunduk dan berjalan menuju ke kursiku, disana sudah ada Ana yang menungguku dan sepertinya ingin mendengar berita itu langsung dari mulutku.   

“memang siapa kamu Nis, beraninya kamu berkata seperti itu. Kamu tidak berhak mengatur hidup seseorang .!” tegas Rizi kepada Nisa . semua murid dikelaspun terkejut atas perkataan Rizi barusan.

Hari itu aku hanya bisa diam dikelas. Rasanya aku tak berani keluar kelas, “Lis, ayo kita pergi ke kantin. .” ajak Umi dan Salmi. “ tidak usah, terima kasih. Tapi  aku ingin sendirian saja.” Jawabku singkat. Semua teman-temanku mengerti apa yang sedang aku rasakan. Mereka pun pergi.

Setelah mereka pergi, Rizi masuk kedalam kelas. “ maafkan aku, aku tak berniat membuat mu kedalam masalah.” Ucapnya. “ tidak ini bukan salahmu, hanya aku saja yang terlalu menanggapi masalah ini. Maaf aku ingin sendirian.” Hanya itu yang bisa aku ucapkan padanya .

Hari itu  adalah hari yang paling buruk selama hidupku ini. Besok harinya aku tak berangkat sekolah, aku deman dan tak boleh berangkat dulu oleh orang tuaku.

Karena merasa bosan lantas akupun membuka FB ku, akupun menulis statusku “ hancur. . . .” . setelah itu Novi mengomentari statusku “ hancur kenapa Lis. .?, apa kejadian kemaren Ya?”.  “  kok bisa main FB si. .memangnya nggak ada guru ia? “ jawabku. “ Ya, sudah lagh Lis, mereka itu hanya cemburu saja melihat kamu jalan sama Rizi jangan difikirin Ya. . .” Novi berusaha menyemangatiku. Aku tak membalas nya.

Akupun langsung melihat ke statusnya Rizi di wallnya tertulis “ bodohnya diriku. . .hingga membuatnya jadi begini. .”. langsung saja banyak yang megomentari status FB Rizi.

“ tenang bro, gue sama pacar gue nati juga mau kerumahnya, nanti gue bakal jelasin ke dia deh.”

Itu dari fikri pacarnya willy. Rizi dan fikri memang sudah berteman lama karena Rizi adalah kapten di tim futsal sekolah kami

Lantas Rizi langsung menjawab “ loe nati mau kesana. .? gue pengin ikut, tolong ajak gue. .!”

“ Ya udah nanti kita ketemu di parkiran sekolah Ya. .” jawab fikri singkat.

Setelah pulang sekolah mereka berkumpul di tempat parkir. “ semuanya sudah berkumpulkan. .ayo kita berangkat.” Ajak Salmi. “ tunggu, ada seseorang lagi yang belum datang.” Jawab fikri. “ siapa . .?” Tanya Ana dan Ika.

Terlihat dari kejauhan ada seseorang sedang berlari-lari menuju arah mereka. Dan dia adalah Rizi. Tentu saja teman-temanku tidak setuju dengan adanya Rizi ikut menjengukku. .tapi pasangan masing –masing temanku mencoba untuk menjelaskan dan akhirnya mereka setuju Rizi ikut ke rumahku.

Setibanya dirumahku, mereka langsung masuk dan bertemu dengan ibuku. Pada saat itu aku sedang tidur. Ana, Umi, Novi, Salmi, Ika, dan Willy masuk ke kamarku dan membangunkan ku dengan berbisik ditelingaku sambil mengucapkan “ haii. .bangun lah, kami disini ingin menjengukmu.”

Akupun langsung bangun dan duduk sambil dibantu oleh teman-temanku. Terlihat pasangan mereka sedang didepan pintu kamarku. “Ayo kalian cepat masuk” ucapku kepada cowok temanku.

Setelah mereka masuk, Salmi berkata “ Lis, ada yang ingin bertemu dengan mu. .katanya ia ingin menjenguk mu. .”  lantas saja aku jawab. “ siapa, kenapa dia tidak disini. Suruh saja dia masuk.”

Teman-temanku dan pasangan mereka masing masing pergi ke luar dan setelah mereka ke luar, masuk lah seorang cowok dengan wajah yang sedih menghampiriku. Tidak bukan dan tidak lain dia adalah Rizi.

Saat itu juga Rizi mengutarakan semua isi hatinya, ia mengatakan bahwa ia menyukaiku dan langsung berkata dia ingin aku jadi pacarnya . aku hanya bisa diam mendengar semua itu.

Mulai saat itu aku menghindarinya, aku meminta bantuan dari teman-temanku untuk menjauhkan aku dengan Rizi. Dikelas pun aku tidak pernah berbicara lagi denganya. Sampai pada akhirnya, dia datang ke mejaku

“Kamu ini kenapa ? selalu menghindar dariku. Apa kau ingin menjauhiku?” Tanyanya sambil terus melihatku. Aku terus saja diam sampai dia mengatakanya lagi “ jawab Lis. . .lihat aku. !” aku terus saja diam dan menghindari tatapan matanya. Untung saja temanku segera datang.

“Rizi. .cukup. Listy tidak mau bicara denganmu. .” ucap Novi. “ memangnya kenapa dia tidak mau bicara denganku lagi.” Rizi coba melawan. “sudahlah, nanti juga kalau Listy sudah mau bicara dengan mu pasti dia akan berbicara denganmu “ Umi berusaha menenangkan semuanya.

Tiga bulan sudah berlalu, aku masih menghindari dia. Sampai akhirnya teman-temanku menjodohkanku dengan seorang cowok basket bernama Arka. Ia adalah teman baik dari cowoknya Umi dan Novi.

Aku dan Arka mulai sering bertemu dan makan dikantin bersama. Kami semakin dekat walaupun tak ada perasaan apapun di hatiku. Hal ini dilihat oleh Rizi. Dia langsung menghampiri kami yang sedang makan dan bercanda.

 “Aku ingin bicara denganmu, walaupun kau tak ingin bicara denganku aku tetap ingin bicara denganmu.” Ucapnya di depanku dan Arka. Yang sontak membuat Arka sedikit marah kepada Rizi. Untung disana ada Andi, Aldi, Agus, dan Fikri mereka mencoba melerainya dan segera Fikri dan Andi langsung membawa Rizi ketempat lain.

Malamnya setelah kejadian itu aku baru saja pulang dari rumah Umi dan dalam perjalanan pulang, kebetulan rumahku dan rumah Umi hanya berjarak dua komplek saja. jadi aku pulang jalan kaki.

Setelah aku berjalan satu komplek dari rumah Umi, ada seseorang yang mengagetkanku. “ aku ingin tau kenapa kau menjauhiku.” Tanyanya. Akupun langsung berbalik, aku tau itu suara siapa (Rizi) dan langsung saja aku jawab “ tak ada apapun. “

“Jawab yang jujur” katanya sambil menarik tanganku dan memelukku. “ lepaskan aku, tidak ada apapun “ jawabku membela diri. “Jangan pernah membohongi dirimu sendiri” terdengar suaranya yang gemetar dan seperti menangis, Ia memeluku erat sekali sambil menangis.

“Aku belum pernah melihat laki-laki menangis dan memelukku” pikirku dalam hati. Saat itu turun hujan rintik. Ia mulai melepaskan pelukanya sambil berkata “Aku menyukaimu. .jadi jangan perlakukan aku seperti ini.”

Disaat itu juga aku melihatnya yang menangis,juga membuat air mataku keluar juga. Saat itu sambil menangis aku berkata “ mulai sekarang cobalah untuk membenciku. Aku lebih senang jika kamu membenciku dari pada kau menyukai ku.”

“jika kau ingin aku membencimu mengapa kau menangis saat ini? Aku tidak akan pernah bisa membencimu aku hanya bisa menyukaimu.” Katanya sambil mengusap air mataku.

“belajarlah untuk membenciku, belajarlah untuk. . .” belum sempat aku selesai berbicara ia langsung memeluku. Dan pelukan itu berlangsung cukup lama di bawah air hujan yang turun.

Setelah itu Ya melepaskan pelukanya dan berkata “ kau boleh menghindariku, tapi kau tidak bisa menghindari ini.” Dia langsung memeluku lagi dan membisikan ketelingaku “ aku. . .cinta. . .padamu. . .” Dia langsung melepaskan pelukan nya dan langsung pergi.

Aku langsung pulang kerumah dan di depan rumah ayahku sudah menungguku. “ kenapa kamu pulang malam Lis.?” Tanya ayahku. “ Ya, tadi Listy belajar dirumah Umi “ jawabku. “ ooh.Ya sudah sana mandi, makan dan langsung tidur Ya. .” jawab ayahku. “Ya . .” jawabku singkat.

Setelah selesai mandi dan makan, aku langsung menuju kekamarku dan langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur dan pada saat itu juga bayangan Rizi terlintas di kepalaku. Aku merenungkan semua perkataanya tadi.  Tapi disisi lain aku rasa aku tak pantas untuknya.

Pada pagi harinya aku sudah menentukan pilihanku. Yaitu tetap bersama dengan Arka. Itu adalah yang terbaik untuk aku, Rizi, dan Arka. Lalu aku menelfon Arka untuk menjemputku.

Dan Arka pun sudah sampai didepan rumahku membawa motornya yang berwarna putih. “ayo cepat naik. .” ucap Arka. Perkataan itu mengingatkanku pada kejadian dulu.

Setibanya ditempat parkir, aku turun dan menunggu Arka memarkirkan motornya. Dan saat itu Rizi baru tiba disekolah dan melihatku bersama Arka. Tapi aku tak memperhatikanya karena Arka tau Rizi datang dan langsung menggenggam tanganku dan masuk ke dalam sekolah.

“aku akan mengantarkanmu sampai ke dalam kelas.” Ucap Arka. “ eem” jawabku sambil terus mengikutinya. Disetiap lorong kelas semua orang melihat kami sambil berbisik-bisik.

Sesampainya dikelas, Arka mengantarkanku sampai kedalam kelas dan menemaniku disana. sampai pada akhirnya Rizi masuk kedalam kelas sambil memandangi aku dan Arka,  Arka memandanginya sambil memegang tanganku erat-erat.

Bel masuk pun berbunyi, “ sudah sana masuk kekelas mu. .aku takapa disini lagian disini juga ada Umi, Novi, dan Ana kan. .” ucapku mencoba meyakinkanya. “ Ya baiklah aku akan masuk kekelasku. Nanti aku akan kesini ketika istirahat.” Jawabnya.

Bel istirahatpun berbunyi, semua Anak di kelasku keluar terkecuali aku,Rizi,dan Umi. Kami bertiga berada dikelas. Umi lalu mendekatiku dan berbincang bincang tentang Arka “ Lis, kamu udah pacaran sama Arka Ya” Tanya Umi menggoda. Aku hanya diam. “ ayolah cerita saja sama aku.” Bujuk Umi.

Tiba-tiba saja Rizi mendekati kami. Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu tapi terputus oleh datangnya Arka. “ hei. .jangan ganggu dia. !” bentak nya pada Rizi. “sudahlah dia tidak menggangguku” aku mencoba menenangkan Arka.

“kalian tau, sepertinya Listy menyukai Rizi. Aku bisa melihatnya dari tatapan matanya. Dan sebaliknya kita tau bahwa Rizi menyukai Listy juga.” Ana yang mencoba meyakinkan teman-temanku. “ Ya aku juga bisa melihat dari tatapan mereka berdua.” Sambung Umi

“bagaimana kalu kita satukan saja mereka. .” kata Novi. “ tapi bagaimana dengan Arka “Tanya Willy. “ itu masalah gampang, setauku mereka sudah putus.” Sambung Umi sambil senyum jahil. “ maksud mu” Tanya Novi.

Mereka pun mulai merencanakan sesuatu untuk dapat menyatukan kami berdua dan menjauhkan aku dari Arka. Sekarang keadaan berbalik dari yang dulu mereka menjauhkan aku dari Rizi dan sekarang mereka mencoba mendekatkan kami lagi. Berbagai rencanapun mereka lakukan.

Saat dikelas, Ana yang duduk disebelah ku tiba-tiba saja pindah ke belakang bersama Novi dan Umi. Ana menempati meja Rizi. Sehingga waktu itu aku dan Rizi duduk bersama. Saat itu rencana mereka tak berhasil.

Waktu itu kami ada jam tambahan disekolah sehingga kami pulang sore, tiba-tiba saja Umi bilang “ ahh. . .buku hasil percobaanku tertinggal dikelas, tapi aku harus pulang sekarang juga. .”. “Ya sudah biar aku saja yang mengambilnya kamu pulang saja. .” jawabku ingin menolong Umi.

“Makasih ya Lis, aku pulang dulu ya. .” ucap Umi sambil meninggalkan aku, Novi dan Ana. “ Lis, maaf ya kami tak bisa menemanimu, aku dan Ana harus mengajar. .” ucap Novi. (Novi dan Ana membuka les privat pada anak SD)

Akupun pergi ke kelas sendirian. Tanpa sepengetahuanku mereka menelfon Rizi untuk segera datang kesekolah karena aku terjebak disana sendirian, dan mereka sedang ada kepentingan jadi mereka menelfon Rizi.

Dan benar saja setelah aku menemukan bukunya. Akupun lantas keluar dari kelas saat aku mau menutup pintu kelas, Rizi pun datang sambil lari kearahku dan langsung memelukku. “kau tak apa kan?” tanyanya.

Aku sempat bingung dan akupun langsung saja menceritakan kejadianya. setelah aku ceritakan ia mulai mengerti kenapa ia dipanggil untuk kemari. Aku penasaran dan langsung bertanya “ kenapa mereka memanggilmu kesini?”

Saat itu juga Rizi mengungkapkan perasaanya yang kesekian kalinya dan menceritakan bahwa teman-temanku ingin aku dan Rizi bersama. Saat itu aku masih mempunyai persaan yang sama dengan Rizi. Saat itu aku udah putus dengan Arka, jadi akupun mengungkapkan perasaanku kepadanya.

Akhirnya aku dan Rizi bisa menyatukan perasaan yang sudah lama terpendam di hati kami. Akupun merasakan kebahagiaan CINTA yang sesungguhnya. Teman-temanku pun merasakan hal yang sama dengan pasangan mereka masing-masing, terutama SI PENAKHLUK HATI KAK FAHMI yang sedang berbunga-bunga.


END

(Edited by: Muchammad Ulil Wafa)

0 Komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan.
Dilarang berkomentar berbau Spam, SARA, Promosi, atau hal hal negatif lainnya.