Friday, 1 February 2013

Kucing Bunuh Jutaan Burung Per Tahun

Leave a Comment
Oleh Tia Ghose, staf penulis LiveScience | LiveScience.com

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, di Amerika Serikat setiap tahun kucing membunuh jutaan burung juga binatang pengerat yang lebih kecil serta mamalia lainnya.

Penelitian yang dipublikasikan pada 29 Januari lalu dalam jurnal “Nature Communication”, menyebutkan, kucing-kucing membunuh antara 1,4 sampai 3,7 miliar burung dan 20,7 miliar mamalia kecil, seperti tikus padang rumput dan tupai.

Meski jumlah pasti burung yang hidup di Amerika Serikat sulit dipastikan, jumlah mengejutkan dari burung-burung yang mati diperkirakan mencapai 15 persen dari keseluruhan populasi burung, kata Pete Marra, salah seorang peneliti yang bekerja sebagai ahli ekologi binatang di Smithsonian Conservation Biology Institute.

Korban yang mengejutkan
Pete dan rekan-rekannya mengamati hubungan manusia terhadap penyebab musnahnya kehidupan liar di negeri tersebut — dari pembangunan kincir angin, penggunan jendela kaca sampai pestisida.

Namun, awalnya Pete dan timnya mengamati pengaruh populasi kucing yang diduga menjadi salah satu penyebab utama menurunnya populasi burung di negara tersebut.

Meski peneltian-penelitian terdahulu menggunakan critter cam (kamera pengintai yang sengaja dipasangkan kepada hewan, umumnya digunakan untuk melakukan pengamatan atau penelitian) atau para pemilik kucing yang melaporkan perkiraan jumlah burung yang dibunuh oleh kucing, penelitian-penelitian tersebut sebenarnya masih sederhana dan tidak mencerminkan keadaan di seluruh negeri.

Untuk analisa yang lebih luas, tim tersebut awalnya mengamati penelitian-penelitian terdahulu mengenai kematian burung dan diperkirakan 84 juta kucing rumahan hidup di negeri ini, yang sebagian di antaranya dibiarkan berkeliaran di luar rumah.

“Banyak kucing yang bermain di luar dan berpergian sampai ke 10 rumah yang berbeda, meski demikian mereka kembali ke rumah dan bermanja di pangkuan majikan mareka,” kata Pete.

Berdasarkan analisa terhadap penelitian-penelitian terdahulu, para peneliti memperkirakan bahwa setiap kucing membunuh 4-18 burung setiap tahun serta 8-21 mamalia kecil setiap tahun.

Namun penyebab musnahnya kehidupan liar bukan disebabkan oleh meningkatnya jumlah kucing rumahan, melainkan kucing liar yang hidup di jalanan. Tim tersebut meperkirakan ada 30-80 juta kucing liar yang hidup di Amerika Serikat, yang setiap ekornya membunuh 23-46 burung setahun dan 129-338 mamalia kecil, kata Pete.

Dan tampaknya, hewan pengerat kecil yang diburu kucing-kucing tersebut bukanlah tikus got atau tikus rumahan, namun binatang pengerat asli daerah setempat seperti tikus padang rumput dan tupai, tambahnya.

Pertanyaan yang sulit dijawab
Pete mengatakan bahwa langkah nyata untuk mengurangi musnahnya kehidupan liar adalah dengan tidak membiarkan kucing-kucing berkeliaran di luar rumah.

Hal tersebut mungkin akan membuat sang pemilik harus berkata kepada kucingnya, “Puss, dengar, kita akan melakukan pembicaraan dari hati ke hati mengenai seberapa sering kamu boleh bermain di luar,” katanya.

Kucing liar menghadapi masalah yang lebih sulit, karena tingkat kesuksesan untuk menangkap dan menyingkirkan kucing liar tersebut bergantung pada lingkungannya, kata Bruce Kornreich, dokter hewan di Feline Health Center, Cornell University, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Meski menjaga kucing untuk tetap berada di dalam rumah menjadi cara yang paling ampuh untuk melindungi kucing dan kehidupan liar, larangan kucing seperti yang baru-baru ini diajukan di Selandia Baru mungkin bukan jawaban atas masalah tersebut, seperti yang dikatakan Bruce.

Sejauh ini masih belum diketahui dengan pasti bagaimana pelarangan kucing untuk berkeliaran di luar rumah akan memengaruhi ekosistem.

“Dalam beberapa kasus yang diamati, kemungkinan kucing juga menjaga hewan yang memberi pengaruh negatif terhadap populasi burung dan mamalia kecil lainnya,” kata Bruce kepada LiveScience.

(Sumber: Yahoo! )

0 Komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan.
Dilarang berkomentar berbau Spam, SARA, Promosi, atau hal hal negatif lainnya.