Sunday, 11 November 2012

Penerapan Pemantulan Cahaya

Leave a Comment

Keamanan Istana
Ketika belum ditemukannya CCTV di dunia ini, sistem keamanan istana kerajaan atau instalasi penting lainnya adalah menggunakan Pemantulan pada Cermin.

Cermin-cermin dipasang sepanjang dinding istana dan saling berhubungan. Jadi, setiap ada gerak gerik yang mencurigakan dari sebuah ruang yang jauh dapat terdeteksi di semua ruang.

Cotohnya: Istana Siak Riau.


Kompor tenaga Surya
Prinsipnya adalah mengumpulkan panas cahaya dari cahaya Matahari pada satu titik. Digunakanlah cermin cekung agar cahaya dapat dipantulkan terpusat. Ketika cahaya terpusat, otomatis energy panas juga menjadi terpusat.

Pemantulan cahaya sepeda (Mata Kucing)
Biasanya sepeda atau kendaraan selalu disertai alat pemantulan cahaya, yaitu alat yang terdiri dari banyak pengumpul cahaya. Dalam bahasa Inggris, ini disebut Warning Reflektor.

Jika ada sedikit saja cahaya diterima pada malam hari, pemantul akan sangat terlihat sehingga dapat membantu pengendara lain di belakang atau didepan kendaraan.

Contohnya: SegiTiga truk

Spion kendaraan dan Spion jalan
Spion digunakan untuk mengetahui  kendaraan dibelakang kita, saat mundur dan memindahkan jalur kendaraan, semuanya untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan yang terjadi

Sedangkan Spion Jalan fungsinya adalah melihat kendaraan lain pada jalur lain di sebuah pertemuan jalan.

Spion merupakan cermin cembung, sehingga pemantulan yang terlihat dapat lebih luas.

Pencahayaan pada Fotografi
Dalam fotografi ditemukan beberapa kesulitan : memotret tanpa bayangan dan memotret benda yang dapat memantulkan cahaya. Semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip pemantulan.

Dalam fotografi hal ini disebut Studio Lighting.
Biasanya sebelum membuat Studio Lighting, dibuat terlebih dahulu Lighting diagramnya. Tentunya melibatkan fisika dalam pembuatan Lighting diagram ini.

Beberapa alat yang digunakan contohnya: Payung Reflektor, cermin, disfuser, dan banyak lagi.

Hologram 2D
Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang.

Pengamat akan melihat banyak gambar hasil rokenstruksi ulang dari pematulan cahaya pada hologram. Ini membuat pengamat melihat gambar lain atau gerak pada hologram tersebut. 

(Sumber: Saus Buku )

0 Komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan.
Dilarang berkomentar berbau Spam, SARA, Promosi, atau hal hal negatif lainnya.