Friday, 29 June 2012

Electroencephalograf

Leave a Comment
Electroencephalograf (EEG) adalah alat yang dapat mencatat dan merekam segala kegiatan yang berlangsung dalam otak kita, baik dalam keadaan tidur maupun dalam keadaan sadar/terjaga melalui sebuah kartu yang berupa gambaran satu rentetan gelombang garis lurus dan lekuk-lekuk. Dengan EEG kita dapat mengamati tahap-tahap tidur kita.

Lima tahap dalam proses tidur kita, yaitu :

1. Saat kita masih dalam keadaan sadar, EEG akan memperlihatkan sejumlah pola garis yang tidak teratur, sementara pikiran kita mulai melayang, maka nampak garis-garis itu mulai melengkung perlahan seperti gelombang huruf alpha. Gelombang-gelombang alpha muncul tepat pada saat kita berada dalam pikiran yang santai, tenang, hanya beberapa saat sebelum kita jatuh tertidur.


2. Pada tahap kedua, EEG memperlihatkan gambaran yang secara mendadak turun naik berupa putaran-putaran yang merupakan gelondong-gelondong. Dalam tahap kedua ini, kita berada dalam keadaan tertidur dengan nyenyak, akan tetapi kita masih bisa dengan mudah terbangun kembali. Jika seseorang membisikkan sesuatu di telinga kita, seperti, “Apakah Anda sudah tertidur?” Maka kita serta merta akan menjawab, “Belum.” Jadi kita sebenarnya belum menyadari betul kalau kita sebenarnya sudah jatuh tertidur.

3. Tidur lelap terjadi pada tahap ini. EEG merekam dan mencatat segala kegiatan otak kita berupa suatu pola berupa gelondong-gelondong yang di lingkari oleh garis-garis tebal, berputar-putar dengan arah menurun, yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan garis delta. Garis-garis delta ini tidak pernah dijumpai dalam keadaan sadar atau bangun.

4. Dalam tahap keempat, EEG hanya mencatat sejumlah gelombang delta berupa garis-garis tipis, menurut irama tertentu dan menurun perlahan. Dalam keadaan ini maka kita berada dalam keadaan pulas sekali sehingga sukar untuk dibangunkan orang. Selama berlangsungnya waktu malam itu, maka kita berada lebih lama dalam tahap ketiga dan keempat. Biasanya semakin lelah tubuh kita, semakin lama pula kita berada dalam tahap ini, yang secara normal akan memakan waktu satu jam sampai satu setengah jam untuk beralih dari satu tahap ke tahap lainnya, terutama dari tahap satu sampai tahap keempat, lalu kembali lagi dari tahap keempat ke tahap pertama.

5. Bila kita telah berada dalam keadaan tahap pertama kembali, maka mendadak EEG akan mencatat suatu pola serba cepat dan tidak teratur yang melukiskan keadaan kita dalam kondisi terbangun. Inilah yang disebut dengan istilah REM atau Rapid Eye Movement. Dalam keadaan REM, tubuh bagaikan lumpuh, otot-otot dalam keadaan tidak bergerak, denyut nadi lebih cepat dan otak berada dalam keadaan serba sibuk. Inilah bagian dimana tahap berlangsungnya peristiwa mimpi. Mimpi yang pertama berlangsung kurang lebih sepuluh menit, lalu kita jatuh lagi dalam lingkaran seluruh proses tidur itu. Ini berarti kita kembali lagi ke tahap empat dan kembali lagi dalam keadaan REM. Semakin larut malam, maka semakin lama pula kita menghabiskan waktu dalam keadaan REM ini.

0 Komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang sopan.
Dilarang berkomentar berbau Spam, SARA, Promosi, atau hal hal negatif lainnya.